Cari Materi & Soal

Pencarian Populer:

Materi Anuitas : Pengertian, Rumus, Tabel Angsuran, dan Contoh Soal

Kamu pasti sering lihat adanya kredit kendaraan bermotor atau pun KPR sebuah rumah dalam kehidupan sehari - hari bukan?!?
Dalam transaksi kredit tersebut akan mengharuskan klien mereka untuk membayarkan sejumlah uang yang besarnya tetap tiap bulan atau periode tertentu kepada sebuah lembaga keuangan dalam hal ini bank.

Nah, itu salah satu contoh anuitas.

Dalam matematika keuangan, anuitas digunakan untuk menghitung pembayaran pinjaman secara berkala dengan jumlah pembayaran yang relatif tetap.

Pada pembahasan ini, kita bedah konsepnya mulai dari apa sih anuitas itu, bagaimana cara menghitungnya dampai pada contoh soal dan pembahasannya. Pelan - pelan aja mahaminnya, ikutin sampai habis ya.

A. Pengertian Anuitas

Anuitas adalah sistem pembayaran atau penerimaan sejumlah uang secara berkala dengan jumlah yang tetap selama periode tertentu.

Dalam kehidupan sehari - hari emang kita sering salah kaprah dimana menyamakan anuitas dengan cicilan yang lebih identik dengan angsuran.

Dalam konteks pinjaman, pembayaran anuitas biasanya terdiri dari dua bagian: $$ \text{Anuitas}=\text{Angsuran}+\text{Bunga} $$ Jadi ketika anuitasnya di bayarkan dari periode $1$, $2$, $3$, ... sampai periode ke-$n$ maka dapat kita tulis

$ \begin{align} A &= a_1 +b_1 \\ A &= a_2 +b_2 \\ A &= a_3 +b_3 \\ & \ \ \ \ \cdots \\ A &= a_n + b_n \end{align} $

Yang menarik, meskipun besar anuitas selalu tetap tapi komposisi di dalamnya akan selalu berubah.

Pada awal pembayaran, bagian bunga biasanya lebih besar. Setelah pokok pinjaman semakin berkurang, bunga ikut mengecil sehingga bagian angsuran pokok menjadi semakin besar.

Jadi, jangan sampai mengira: “Kalau anuitasnya tetap, bunga dan pokoknya juga tetap.”

Bukan begitu. Total anuitasnya tetap, tetapi komposisinya berubah.

B. Rumus Mencari Anuitas

Untuk menghitung besar pembayaran anuitas setiap periode, kamu bisa gunakan rumus di bawah ini. \[ A = \dfrac{M \times r}{1-(1+r)^{-n}} \] dimana :

$M \to$ besar pinjaman atau utang.
$r \to$ rate bunga $\left( \% \right)$.
$n \to$ periode anuitas.

Periode anuitas bisa dinyatakan dalam beberapa cara : minggu, bulan, tahun, ... dsb.

Ada juga beberapa satuan lain yang wajib kamu tahu,

$1$ triwulan $=$ $3$ bulan.
$1$ caturwulan $=$ $4$ bulan.
$1$ semester $=$ $6$ bulan.
$1$ dasawarsa $=$ $10$ tahun, dsb.

Perhatikan sebuah persoalan berikut ini.
Contoh Soal

Sebuah pinjaman sebesar $Rp. 10.000.000,00$ akan dilunasi selama $11$ bulan dengan bunga $1 \%$ per bulan. Besar anuitasnya adalah ...

Jawab

Dalam soal diketahui :

$M = 10.000.000$
$r = 1 \% = 0,01$.
$n = 11$

Sehingga,

$ \begin{align} A &= \dfrac{10.000.000 \times 0,01}{1-(1+0,01)^{-11}} \\ &= \dfrac{100.000}{1-(1,01)^{-11}} \\ &= \dfrac{100.000}{0,103676282} \\ &= 964.540,76 \end{align} $

Jadi, besar anuitasnya adalah $Rp. 964.540,76$.

Dalam anuitas angka yang dihasilkan memang cenderung tidak bulat seperti halnya pada perhitungan bunga tunggal.

Oleh karena itu biasanya lembaga keuangan akan membulatkannya ke angka ribuan atau puluhan ribu terdekat untuk memudahkan bertransaksi.


C. Rumus Menghitung Bunga dan Angsuran

Setelah kamu tahu anuitas tetapnya, kamu akan bisa menghitung berapa besar dari nilai angsuran dan bunganya per periode.

1. Rumus Bunga Pinjaman

Jika yang kamu hitung adalah bunga pada periode pertama $b_1$ maka \[ b_1 = M \times r \] Sedangkan untuk bunga pada peiode- periode berikutnya bisa kita hitung berdasarkan hasil pengurangan dari anuitas dan angsuran tiap periodenya. \[ b_n = A \times a_n \]

2. Rumus Angsuran Pinjaman

Untuk angsuran periode pertama kita bisa langsung menghitungnya dengan ngurangkan anuitas dengan bunga periode pertama. \[ a_1 = A \times b_1 \] Namun untuk mencari besar angsuran pada peiode ke-$n$ kita bisa menghitungnya dengan cara, \[ a_n = a_1(1 + i)^{n-1} \]

3. Rumus Sisa Pinjaman

Sisa pinjaman tiap periode bisa kamu hitung dengan cara, \[ S_n = \dfrac{b_{n+1}}{i} \] Perhitungan detail dari masing - masing periode biasanya akan lebih mudah jika kita taruh dalam sebuah tabel yang disebut dengan Tabel Anuitas.

D. Membuat Tabel Anuitas

Dalam tabel anuitas berisi tentang detail nominal bunga, angsuran, anuitas, sisa pinjaman pada masing - masing periodenya.

Dengan membuat tabel anuitas kamu akan memahami proses pelunasan dari sebuah pinjaman dengan sistem anuitas pada setiap periode yang dilaluinya.

Ayo kita ambil persoalan anuitas pada contoh soal sebelumnya di atas untuk kita buat Tabel Anuitasnya.
Contoh Soal

Sebuah pinjaman sebesar $Rp. 10.000.000,00$ akan dilunasi selama $11$ bulan dengan bunga $1 \%$ per bulan. Anuitas diperoleh $Rp. 964.541,00$ (berdasarkan jawaban soal di atas).

Tabel Angsuran Anuitas

Bunga 1% per bulan
Bulan
Pinjaman
Anuitas
Bunga (1%)
Angsuran
Sisa Pinjaman
1
Rp10.000.000
Rp964.541
Rp100.000
Rp864.541
Rp9.135.459
2
Rp9.135.459
Rp964.541
Rp91.355
Rp873.186
Rp8.262.273
3
Rp8.262.273
Rp964.541
Rp82.623
Rp881.918
Rp7.380.355
4
Rp7.380.355
Rp964.541
Rp73.804
Rp890.737
Rp6.489.618
5
Rp6.489.618
Rp964.541
Rp64.896
Rp899.645
Rp5.589.973
6
Rp5.589.973
Rp964.541
Rp55.900
Rp908.641
Rp4.681.332
7
Rp4.681.332
Rp964.541
Rp46.813
Rp917.728
Rp3.763.604
8
Rp3.763.604
Rp964.541
Rp37.636
Rp926.905
Rp2.836.699
9
Rp2.836.699
Rp964.541
Rp28.367
Rp936.174
Rp1.900.525
10
Rp1.900.525
Rp964.541
Rp19.005
Rp945.536
Rp954.989
11
Rp954.989
Rp964.541
Rp9.550
Rp954.991
≈ Rp0
Beberapa penjelasan terkait tabel di atas :

  1. Bunga pada periode satu ($b_1$) diperoleh dari,

    $ \begin{align} b_1 &= M \times r \\ &= 10.000.000 \times 0,01 \\ &= 100.000 \end{align} $

  2. Dengan demikian nilai angsuran pertama ($a_n$), ialah

    $ \begin{align} a_1 &= A - b_1 \\ &= 964.541 - 100.000 \\ &= 864.541 \end{align} $

  3. Sisa pinjaman periode pertama dihitung melalui selisih antara besar pnjaman dengan angsuran, hati - hati bukan pengurangan dengan anuitasnya ya.

    $ \begin{align} S_1 &= M - a_1 \\ &= 10.000.000 - 864.541 \\ &= 9.135.459 \end{align} $

  4. Proses akan terus berulang pada tiap periode berikut - berikutnya. Sebagai contoh bunga pada periode ke-$2$ dihitung $1 \%$ dari pinjaman pada periode ke-$2$ yang merupakan sisa pinjaman dari periode sebelumnya ($S_1$).

  5. Terlihat jelas bahwa seiring dengan bertambahnya periode maka besar bunga akan selalu mengalami penurunan dan angsuran malah sebaliknya. Angsuran akan terus mengalami peningkatan.

E. Catatan Penting Saat Mengerjakan Anuitas

Kalau ketemu soal anuitas, jangan langsung memasukkan angka ke kalkulator.

Perhatikan urutannya berdasarkan apa yang diketahui dalam soal.

1. Tentukan nilai pinjaman

Cermati dengan benar berapa nominal yang akan dihitung anuitasnya, baik berupa pinjaman atau modal.

2. Ubah persentase bunga menjadi desimal.

Dalam menghitung anuitas, kebanyakan akan lebih mudah jika persentase bunga kita ubah dalam bentuk desimal dibanding dalam pecahan. $$ 1\%=0,01 $$

3. Tentukan jumlah periode

Misalnya 2 tahun dengan pembayaran bulanan, $$ n=2\times12=24 $$

4. Pastikan bunga dan periode menggunakan satuan yang sama.

Kalau bunganya per bulan, maka \(n\) juga harus dalam bulan. 5. Gunakan rumus anuitas. Setelah anuitas ditemukan, barulah buat Tabel Anuitas jika diperlukan.

F. Contoh Soal dan Pembahasan Materi Anuitas

Setelah kamu tahu konsepnya dengan baik, ayo kita mulai latihannya. Ada baiknya kamu coba kerjakan lebih dulu sebelum lihat pembahasannya ya.
✏️ Soal No. 1 Anuitas
Sebuah pinjaman sebesar $Rp. 50.000.000,00$ akan dilunasi dengan anuitas tahunan $Rp. 1.245.300,00$. Jika bunga yang harus dibayar pada periode pertama sebesar $Rp. 315.750,00$ maka angsuran pertamanya adalah...
(A) $Rp. 764.750,00$
(B) $Rp. 864.500,00$
(C) $Rp. 931.450,00$
(D) $Rp. 929.550,00$
(E) $Rp. 964.850,00$
✔ Langkah-Langkah Penyelesaian:
  • Diketahui:
    Pinjaman awal ($M$) $=$ $Rp. 50.000.000,00$
    Anuitas ($A$) $=$ $Rp. 1.245.300,00$
    Bunga periode satu ($b_1$) $=$ $Rp. 315.750,00$
  • Angsuran bulan pertama ($a_1$):
    $ \begin{align} a_1 &= A - b_1 \\ &= 1.245.300 - 315.750 \\ &= Rp. 929.550,00 \end{align} $
✏️ Soal No. 2 Anuitas
Utang sebesar $Rp. 5.000.000,00$ akan dilunasi dengan $8$ anuitas bulanan atas dasar bunga $6 \%$ pertahun. Besar angsuran ketiganya adalah...
(A) $Rp. 557.169,92$
(B) $Rp. 516.671,92$
(C) $Rp. 567.619,92$
(D) $Rp. 576.916,92$
(E) $Rp. 597.169,92$
✔ Langkah-Langkah Penyelesaian:
  • Diketahui:
    Pinjaman awal ($M$) $=$ $Rp. 5.000.000,00$
    Rate bunga ($r$) $=$ $6 \%$ pertahun
    Periode ($n$) $=$ $8$
  • Cari nilai anuitasnya
    $ \begin{align} A &= \dfrac{5.000.000 \times 0,06}{1-(1+0,06)^{-8}} \\ &= \dfrac{300.000}{1-(1,06)^{-8}} \\ &= \dfrac{300.000}{0,372587629} \\ &= 805.179,71 \end{align} $
  • Cari $b_1$ dan $a_1$ :
    $ \begin{align} b_1 &= M \times r \\ &= 5.000.000 \times 0,06 \\ &= 300.000 \\ \\ a_1 &= A - b_1 \\ &= 805.179,71 - 300.000 \\ &= 505.179,71 \end{align} $
  • Cari besar $a_3$ :
    $ \begin{align} a_n &= a_1 (1+r)^{n-1} \\ a_3 &= 505.179,71 (1+0,06)^{3-1} \\ &= 505.179,71 (1,06)^{2} \\ &= Rp. 567.619,92 \end{align} $
✏️ Soal No. 3 Anuitas
Andi meminjam uang sebesar $Rp. 8.000.000,00$ dengan bunga $1 \%$ per bulan. Pinjaman tersebut akan dilunasi selama $10$ bulan menggunakan sistem anuitas. Besar anuitas yang harus dibayar Andi setiap bulan adalah ...
(A) $Rp. 844.656,61$
(B) $Rp. 832.556,61$
(C) $Rp. 825.565,61$
(D) $Rp. 814.356,61$
(E) $Rp. 806.416,61$
✔ Langkah-Langkah Penyelesaian:
  • Diketahui:
    Pinjaman awal ($M$) $=$ $Rp. 8.000.000,00$
    Rate bunga ($r$) $=$ $1 \%$ pertahun
    Periode ($n$) $=$ $10$ bulan
  • Cari nilai anuitasnya
    $ \begin{align} A &= \dfrac{8.000.000 \times 0,01}{1-(1+0,01)^{-10}} \\ &= \dfrac{80.000}{1-(1,01)^{-10}} \\ &= \dfrac{80.000}{0,094713045} \\ &= 844.656,61 \end{align} $
✏️ Soal No. 4 Tabel Anuitas
Tabel berikut merupakan rencana pelunasan pinjaman sebesar $Rp. 8.000.000,00$ yang berbunga $1 \%$ perbulan dan akan dilunasi selama $4$ anuitas bulanan.

Tabel Pelunasan Anuitas

Anuitas: $Rp. 2.050.248,75$
Bulan
Hutang Awal
Anuitas
Bunga ($2,5 \%$)
Angsuran
Sisa Hutang
1
$Rp. 8.000.000,00$
$Rp. 2.050.248,75$
...
...
...
2
...
...
...
...
...
3
...
...
...
...
...
4
...
...
...
...
...
Dengan menggunakan tabel tersebut dapat diketahui bahwa sisa hutang pada akhir bulan pertama sama dengan ...
(A) $Rp. 6.149.751,25$
(B) $Rp. 6.229.571,25$
(C) $Rp. 6.429.751,25$
(D) $Rp. 6.590.571,25$
(E) $Rp. 6.980.751,25$
✔ Langkah-Langkah Penyelesaian:
  • Diketahui:
    Pinjaman awal ($M$) $=$ $Rp. 8.000.000,00$
    Rate bunga ($r$) $=$ $2,5 \%$ pertahun
    Periode ($n$) $=$ $4$ bulan
  • Cari nilai bunga periode ke-$1$ :
    $ \begin{align} b_1 &= M \times r \\ &= 8.000.000 \times 0,025 \\ &= 200.000 \end{align} $
  • Cari nilai angsuran periode ke-$1$ :
    $ \begin{align} a_1 &= A - b_1\\ &= 2.050.248,75 - 200.000 \\ &= 1.850.248,75 \end{align} $
  • Cari sisa pinjaman pada periode ke-$1$ :
    $ \begin{align} S_1 &= M - a_1\\ &= 8.000.000 - 1.850.248,75 \\ &= Rp. 6.149.751,25 \end{align} $
✏️ Soal No. 5 Anuitas
Pak Tono meminjam kepada bank dengan anuitas tahunan sebesar $Rp. 4.500.000,00$. Jika besar bunga pada tahun ketiganya sebesar $Rp. 620.000,00$ dan rate bunga yang ia sepakati adalah $2 \%$ pertahun, maka besar angsuran Pak Tono pada tahun kelima adalah ...
(A) $Rp. 3.846.725$
(B) $Rp. 4.036.752,00 $
(C) $Rp. 4.306.572$
(D) $Rp. 4.630.725$
(E) $Rp. 4.735.312$
✔ Langkah-Langkah Penyelesaian:
  • Diketahui:
    Anuitas ($A$) $=$ $Rp. 4.500.000,00$
    Rate bunga ($r$) $=$ $2 \%$ pertahun
    Bunga tahun ketiga ($b_3$) $=$ $Rp. 620.000,00$
  • Cari besar angsuran ketiganya
    $ \begin{align} a_3 &= A - b_3 \\ &= 4.500.000 - 620.000 \\ &=3.880.000 \end{align} $
  • Cari besar angsuran kelima
    $ \begin{align} a_k &= a_n (1+r)^{k-n} \\ a_5 &= a_3 (1+0,02)^{5-3} \\ &= 3.880.000 (1,02)^2 \\ &= 4.036.752 \end{align} $

Kesimpulan

Anuitas memang terlihat penuh angka di awal, tapi konsepnya sebenarnya cukup sederhana. Anuitas dibayar dengan jumlah tetap, sementara bagian bunga dan angsuran berubah setiap periode.

Kuncinya adalah memahami alurnya: $$ \boxed{\text{Anuitas}=\text{Angsuran}+\text{Bunga}} $$ Bunga dihitung berdasarkan saldo pinjaman yang tersisa. Karena saldo terus berkurang, bunga juga semakin kecil. Akibatnya, bagian cicilan yang digunakan untuk membayar pokok semakin besar.

Jadi, saat mengerjakan soal anuitas, jangan cuma fokus pada rumus. Pahami juga bagaimana saldo, bunga, dan angsuran pokok berubah dari satu periode ke periode berikutnya.

Kalau pola ini sudah dipahami, menghitung cicilan maupun membuat tabel angsuran jadi jauh lebih mudah.

🎯 Kotak Latihan Soal & Tryout:

Mau latihan soal lebih banyak tentang Anuitas? Coba pengerjaan [Bank Soal Anuitas] atau uji kemampuanmu langsung di simulasi [Tryout Online Anuitas].